“Ini yang membuat situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.
Meski demikian, BPKN mengingatkan adanya dampak tidak langsung yang harus diantisipasi, terutama terkait kenaikan biaya logistik dan distribusi.
Baca Juga:
Dewan Konsumen Thailand Lawan Meta, Tuntut Tanggung Jawab atas Iklan Penipuan di Facebook
“Yang harus diwaspadai adalah dampak tidak langsung,” tegasnya.
Ia menilai kenaikan BBM sektor industri berpotensi mendorong naiknya biaya transportasi yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga kebutuhan pokok.
“Kenaikan BBM industri bisa mendorong biaya transportasi naik, dan ujungnya berpotensi menaikkan harga kebutuhan pokok,” imbuhnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Bawa Suara Konsumen Indonesia ke Forum Global ISO COPOLCO 2026
Dalam konteks global, BPKN memandang langkah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi sebagai kebijakan realistis yang tidak bisa dilepaskan dari dinamika energi dunia.
“Dalam situasi global seperti sekarang, hampir semua negara melakukan penyesuaian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan semata keputusan domestik, melainkan bagian dari respons terhadap tekanan global.