“Jadi ini bukan semata kebijakan domestik, tapi bagian dari dinamika energi dunia,” katanya.
BPKN memastikan daya beli masyarakat hingga kini masih relatif terjaga, namun pemerintah diminta tetap waspada agar kondisi tersebut tidak berubah.
Baca Juga:
Bukan Anti Sosial, Ini Alasan Orang Cerdas Jarang Posting Kehidupan Pribadi
“Kondisi saat ini masih aman, tetapi pemerintah harus aktif menjaga stabilitas harga barang dan jasa,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kenaikan BBM non-subsidi tidak sampai memicu inflasi yang tidak terkendali.
“Jangan sampai kenaikan BBM non-subsidi memicu inflasi yang tidak terkendali,” tegasnya.
Baca Juga:
Sebutan "Bodat", Ketua DPRD Dairi Disomasi Kepala SD
Selain itu, pengawasan di lapangan dinilai penting untuk mencegah praktik spekulasi harga yang merugikan konsumen.
BPKN juga melihat kenaikan harga RON 98 memiliki tujuan strategis untuk menjaga segmentasi konsumen agar tetap sesuai dengan kelas penggunaan bahan bakar.
“Kebijakan ini penting agar konsumen kelas atas tetap menggunakan BBM sesuai spesifikasinya,” jelas Mufti.