Kurnia Warman juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk penyusunan RUU Masyarakat Adat.
Ia mendorong adanya perubahan pendekatan dalam pengakuan hak masyarakat adat, yakni dari pendekatan berbasis subjek menuju pendekatan berbasis objek agar perlindungan hak lebih efektif dan mudah diterapkan.
Baca Juga:
Benny K Harman Minta Maaf Terkait Pernyataan Wartawan "Pakai Otak"
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta lebih aktif dan progresif dalam menggunakan kewenangannya untuk memberikan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat di wilayah masing-masing.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung serta sejumlah anggota Baleg DPR RI lainnya, seperti Shadiq Pasadigoe, Mulyadi, Djamaluddin Malik, dan Eva Monalisa.
Baleg DPR RI juga melibatkan akademisi Universitas Andalas, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Bappenas, serta berbagai unsur masyarakat adat guna memperoleh masukan yang lebih komprehensif terhadap penyusunan RUU Masyarakat Hukum Adat.
Baca Juga:
Komentar Benny K Harman ‘Otak Kamu Ada Gak?’ ke Wartawan Tuai Kecaman
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.