“Yang benar adalah setengah dari statement Bapak,” kata Nadiem.
Ia menegaskan bahwa yang dibahas dan disetujui adalah pemanfaatan Google for Education untuk pembelajaran jarak jauh, bukan pengadaan Chromebook.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: Memahami Utuh Tuntutan Jaksa untuk Nadiem Makarim
“Bahwa Chrome for Education, karena pada saat itu masa Covid,” ujar Nadiem.
Menurutnya, pada periode tersebut, kementerian tengah fokus mencari solusi pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi.
“Ini tidak ada hubungannya dengan Chromebook,” kata Nadiem.
Baca Juga:
Nadiem dalam Pusaran “White Collar Crime”
Ia menyebut Google hanya menjadi satu dari tujuh mitra yang digunakan untuk menyiarkan pembelajaran jarak jauh melalui Google Classroom.
Nadiem menilai Ganis menambahkan unsur Chromebook dalam keterangannya.
“Tetapi, di BAP Bapak tiba-tiba ditambahkan ada koma, termasuk Chromebook,” ujar Nadiem.