Namun berkat keyakinan dan kegigihan, Chatarina muda akhirnya diberi izin oleh orang tuanya untuk mengejar studi hukum.
Selepas SMA ia masuk jurusan hukum perdata di Universitas Brawijaya Malang sebagai langkah awal mewujudkan cita-citanya.
Baca Juga:
Silfester Belum Dieksekusi, Kejaksaan Intensifkan Pencarian
“Orang tua awalnya menginginkan saya masuk jurusan teknik atau kedokteran, karena di SMA 3 Jakarta Selatan jurusan saya IPA,” kenangnya tentang masa itu.
Baru setahun kuliah di Brawijaya, wanita kelahiran Jakarta ini merasa waktunya kurang produktif karena terbiasa aktif mengikuti berbagai kegiatan saat masih SMA.
Akibat kebiasaan itu ia memutuskan mengambil jurusan kedua yaitu akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi secara bersamaan dengan kuliah hukum.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
“Atas dasar itu saya ambil dua jurusan dalam waktu yang hampir bersamaan, jurusan hukum perdata di Universitas Brawijaya Malang sedangkan jurusan akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi,” tuturnya.
Kedua studinya itu diselesaikan dalam rentang waktu bersamaan setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan ganda.
“Untuk sarjana hukum saya lulus dengan predikat cum laude, sedangkan di akuntansi indeks prestasi saya 3,4,” ujarnya bangga mengenang tahun 1996.