Menurut dia, seharusnya TNI hanya bertugas di bidang militer, tidak perlu masuk ke dunia politik.
Hal itu yang membuatnya tidak terlalu suka dengan militer sampai sekarang, termasuk tidak ingin masuk menjadi anggota TNI.
Baca Juga:
Kepala BAIS Lepas Jabatan Usai Kasus Air Keras Andri Yunus
Sementara itu, kedekatan militer dengan politik di masa Orde Baru justru dinikmati oleh Budi Harsanto (49).
Kala itu, ayah Budi adalah seorang perwira TNI Angkatan Darat berpangkat kolonel.
Ketika berdinas sebagai anggota militer aktif, sang ayah juga diutus menjadi anggota DPRD Kota Yogyakarta.
Baca Juga:
Rotasi Besar-besaran, Panglima TNI Lantik 12 Pejabat Baru
”Dulu ayah saya anggota DPRD dari Fraksi ABRI. Saya bangga menjadi anak tentara dan harus saya akui saya telah menikmati banyak privilese karena kedudukan ayah saya,” tutur Budi yang kini berwiraswasta di Cilacap, Jawa Tengah.
Privilese yang dimaksud Budi adalah kenakalan remaja yang sebenarnya masuk kategori pelanggaran hukum, tetapi tidak diproses oleh aparat kepolisian karena sang ayah adalah seorang perwira ABRI.
Meski demikian, saat remaja, Budi mengaku tidak berminat masuk ke militer.