Lebih lanjut, Menteri Maruarar menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga merencanakan pengembangan kawasan Menteng menjadi kawasan tematik, seperti kampung kuliner.
Konsep ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga:
Target Renovasi 2 Juta Rumah, Pemerintah Siapkan Badan Khusus Perumahan
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh rencana penataan dan kebijakan akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip partisipatif.
Dialog bersama warga akan menjadi langkah awal sebelum program dijalankan, guna memastikan adanya persetujuan serta dukungan penuh dari masyarakat.
“Sebelum program berjalan, kami akan berdialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Setiap kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tegas Menteri Maruarar.
Baca Juga:
Menteri PKP Pastikan Pembangunan 2.603 Hunian Tetap Korban Bencana Dimulai Bulan Ini
Sebagai bentuk dukungan tambahan terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah, pada tahun 2026 Kementerian PKP juga menyiapkan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 2.000 unit rumah untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan berbasis gotong royong, Kementerian PKP berharap program penataan kawasan kumuh di Menteng dapat menjadi percontohan penanganan permukiman yang inklusif, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan dan aspirasi warga.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.