Sebenarnya, buta huruf bukan masalah selama
kehidupan adat menggelinding seperti biasa.
Kepandaian berburu toh dapat diwariskan
tanpa tulisan.
Baca Juga:
Pemanfaatan AI di Sekolah Kini Diatur, Pemerintah Tekankan Kesiapan dan Usia Anak
Namun, belantara ini mulai diintervensi dunia
luar.
"Setiap kali bertemu dengan pemerintah,
berantem dengan perusahaan, mereka (Orang Rimba) selalu diwakili orang lain.
Kenapa mereka tidak bisa ngomong sendiri? LSM orangnya berganti, negara
orangnya berganti, siapa yang bisa mereka percaya?" tutur Butet.
Butet memasang target: dalam setahun, 100 Orang
Rimba ia ajari baca-tulis-hitung. Ia serius dengan misinya.
Baca Juga:
Nadiem Makarim Bantah Tuduhan Persekongkolan dan Penyalahgunaan Wewenang dalam Kasus Chromebook
Masalahnya, Orang Rimba tak semudah itu percaya
kepada "Orang Terang" --orang yang dari luar rimba.
Orang Terang sering datang meminta cap jempol
mereka di atas surat yang tak mereka tahu apa isinya.
Tahu-tahu, hutan mereka ditebang.