Itu sebabnya, pensil atau pena kemudian
dijuluki "Setan Bermata Runcing".
Dan Butet bertandang membawa "setan" itu
beserta ilmunya. Butet berulang kali diusir.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Resmikan Fasilitas Pendidikan Hasil Kolaborasi Pacific Partnership 2026
Bukan hanya karena mengajari ihwal
tulis-menulis, Orang Rimba yang jauh lebih dulu mengenal konsep karantina
pendatang untuk mencegah masuknya wabah, pernah memintanya pergi karena
dituding membawa penyakit.
Lagipula, siapa Butet ini?
Bukankah dia, seperti Orang-orang Terang lain,
boleh jadi punya maksud terselubung?
Baca Juga:
YBM PLN Bantu Pendidikan Santri Dhuafa di Purwakarta, Dukung Semangat Menuntut Ilmu
Akhirnya, Orang Rimba selalu mencari alasan
mengusir Butet.
Tetapi, Butet juga senantiasa punya alasan buat
kembali dan mengajar.
Hasrat Butet yang awalnya didorong oleh cita-cita
menjadi Indiana Jones, mulai beralih rupa jadi sebentuk rasa sayang
kepada Orang Rimba.